Catatan Tentang Hermes: AI Agent yang dapat berkembang bersama User
Membahas perihal AI Agent sebelumnya Catatan tentang AI Agent: Mengapa Mereka Lebih Dari Sekedar Chatbot tidak lengkap rasanya kalau tidak membahas salah satu AI Agent yang sedang ramai dibahas di internet, yaitu Hermes Agent sistem Agent yang saya pakai untuk AI Agent saya yang diberi nama Hiraeth. Hermes adalah bagian tubuh dari model AI untuk melancarkan eksekusi karena memiliki layer tambahan seperti:
- akses file
- akses terminal
- memory
- skill system
- tool calling
- integrasi messaging
- scheduled task
- aturan keamanan
- workflow eksekusi
Hermes menyediakan Layer itu semua.
Dengan Hermes, AI bisa bekerja di Environment lokal, bukan hanya berada di kotak chat saja tapi bisa langsung berfungsi sebagai eksekutor workflow automatisasi. Hermes bisa membaca vault markdown, mencari file, menulis dokumen, menjalankan script, membuat task list, menyimpan memory, bahkan menerima perintah dari Telegram melalui gateway.
Hermes bukan sekadar “aplikasi AI”. Ia lebih mirip operating environment untuk AI partner.
Hermes vs Chatbot Biasa
Seperti yang sudah dibahas di catatan sebelumnya, AI Agent layaknya Hermes ini berbeda dengan chatbot biasa.
User bisa meminta ke Hermes misal dengan prompt sederhana seperti:
Saya: Tolong bantu buatkan Outline sebuah cerita hasilnya simpan di folder A dengan format doc agar dapat dibuka MS. Words atau di vault B agar bisa dibuka via aplikasi Obsidian dengaan format MD.
- Hermes akan mencari Folder/Vault A
- Jika ada tulisan yang hampir serupa dia akan membaca dan menganalisis tulisan sebelumnya agar gaya penulisan sesuai
- Menulis draft baru ke format Doc atau MD
- Update tulisan/Verifikasi file tersimpan
- Memberikan laporan path/status bahwa file Outline berhasil dibuat
Kemampuan Hermes yang Paling Penting
Di setup saya, Hermes punya beberapa kemampuan inti.
1. Membaca dan Menulis File
Hermes bisa membaca file markdown, source code, config, dokumentasi, dan catatan.
Ini penting karena banyak konteks saya tidak hidup di chat. Konteks hidup di vault:
hermes-memory/
├── 00_System/
├── 01_Strategis/
├── 02_Storytelling/
├── 03_Technical/
├── 04_Email/
└── 06_Ide/
Saat saya bilang “lanjutkan” atau “eksekusi suatu task”, Hiraeth tidak menebak dari udara kosong. Ia bisa membaca file terkait lebih dulu.
Hal unik adalah folder Email, folder Email ini berfungsi untuk Agent AI saling berdiskusi.
Contoh Email dari Hermes ke command code
Tapi karena Command code ga bisa bertindak sebebas Hermes jadi untuk Command Code masih harus di direct manual untuk membaca email tersebut.
2. Search Context
Agent bisa mencari file atau isi file.
Ini kelihatan kecil, tapi dampaknya besar. Daripada saya mengingat “catatan itu ada di mana ya?”, saya cukup menyebut topiknya. Agent mencari, membaca, lalu menyambung kembali konteks.
Inilah yang membuat AI terasa punya continuity.
3. Terminal dan Script
Hermes bisa menjalankan command di lingkungan lokal.
4. Memory
Hermes punya memory untuk menyimpan preferensi dan fakta stabil.
Contoh:
- saya lebih nyaman Bahasa Indonesia
- jangan pakai emoji
- gaya tulisan harus personal tapi tetap teknis
- Hiraeth harus proaktif menyimpan keputusan penting
Memory ini membuat interaksi tidak selalu mulai dari nol.
Tapi memory saja tidak cukup. Karena itu saya tetap memakai vault markdown di Obsidian sebagai long-term structured memory, walaupun sebenarnya banyak aplikasi untuk kontrol memory Hermes tapi dengan vault Obsidian Memorynya jadi lebih mudah di edit.
Memory = preferensi ringkas.
Vault = pengetahuan panjang dan terstruktur.
5. Skill System
Skill adalah modul prosedural.
Bukan sekadar catatan, tapi “cara melakukan sesuatu”. Misalnya:
- cara sistematis
- cara menulis session log
- cara merancang plugin
- cara menjaga tone Hiraeth
- cara membuat Catatan
Skill membuat agent tidak hanya tahu apa, tapi juga tahu bagaimana.
Ini seperti memberi agent buku panduan internal yang bisa dibuka sesuai kebutuhan.
6. Scheduled Task
Hermes bisa menjalankan tugas terjadwal.
Misalnya:
- kirim ringkasan berkala
- polling data tertentu
- membuat reminder otomatis
Saya belum memakai semua kemungkinan ini secara penuh, tapi potensinya besar: agent bukan hanya reaktif saat dipanggil, tapi bisa menjadi sistem yang menjaga rutinitas.
7. Messaging Gateway
Hermes bisa tersambung ke platform chat seperti Telegram.
Artinya saya bisa bicara dengan Hiraeth dari HP, bukan hanya dari terminal atau laptop. Ini mengubah rasa interaksi. AI partner tidak lagi “alat yang dibuka saat kerja”, tapi companion yang bisa diakses saat ide muncul di mana saja.Tapi tentu saja jika Agent AI di tempatkan di Laptop atau terminal komputer pribadi itu artinya harus menyala tiap saat, karena itu Agent AI lebih baik di Install di VPS agar dapat hidup 7/24.
Namun ini juga butuh boundary:
- hanya chat yang diizinkan
- credential tidak boleh bocor
- akses harus dibatasi
- tindakan sensitif perlu konfirmasi
Agent yang powerful harus punya pagar agar tetap terjaga langkahnya. Sebenarnya selain Hermes masih ada Agent AI lain yang cukup populer dengan kemampuan yang berbeda seperti OpenClaw yang bahkan dapat berjalan secara otomatis dan bisa melakukan Multi-Agent System.